BAB I
PEMBAHASAN
A. Study Islam di Kawasan Timur Tengah
Pusat penyebaran Islam pertama kali adalah di Jazirah Arab
yang kini disebut dengan Arab Saudi. Dalam negara ini terdapat dua kota yang
sangat historis dan menjadi pusat perhatian dunia yakni Mekah dan Madinah.
Pada tahun 570M, seorang anak laki-laki dilahirkan yang
diberi nama Muhammad. Muhammad di angkat menjadi nabi pada usia 40 tahun
tepatnya pada 610M. Jejak langkah nabi Muhammad menjadi perhatian dunia bahkan
Michael Heart dalam bukunya “seratus tokoh yang berpengaruh” memposisikan nabi
Muhammad sebagai orang pertama yang mempengaruhi dunia. Catatan Heart
menetapkan nabi Muhammad pada posisi pertama dengan alasan yang sangat
argumentative, salah satu argumentasinya ialah karena nabi Muhammad yang yatim
sejak lahir ini mampu mengubah Arab yang jahiliyah menjadi masyarakat yang
beradab dalam berperilaku.
Sejalan dengan study itu study Islam semakin berkembang
khususnya dizaman abad pertengahan, didalam study Islam di Timur Tengah lebih
mendalami masalah teologi dan karya-karya tulis yang bersifat syair-syair dalam
membangun peradaban dunia.
Dalam kajian study Islam di Timur Tengah ini dapat di
akumulasikan menjadi tiga pokok :
1. Islam menjadi identitas popular, tapi ini tidak menjadi
basis bagi pembentukan organisasi keagamaan.
2. Guru-guru sufi telah telah menjadi pusat tumpuan dalam
memainkan politik dan budaya keagamaan karena kesucian dan kebesaran nama-Nya.
3. Tentang pola kehidupan yang membentuk sebuah karateristik
yang konkrit dalam kehidupan.
Hampir di setiap wilayah Timut Tengah memiliki tiga hal
tersebut, yang membedakan hanyalah intensitas dan tendesi perkembangan dari
salahsatu cirinya. Pemetaan ini menjadi sesuatu yang kompleks yang mudah
ditemukan di hampir setiap wilayah Timur Tengah.
B. Kawasan Eropa
Penganut agam Islam merupakan minoritas di Eropa. Di Eropa
Timur, setelah Turki Usmani mengakhiri kekuasaanya, banyak masyarakat yang
terabaikan oleh sejarah dan tentunya dari semiliyar lebih pemeluk Islam di
dunia. Orang-orang Pomak di Bulgaria mengisolasikan diri di pegunungan Rhadope
dan desa-desa miskin didekat Plodiv. Mereka menggunakan nama-nama Turki Arab
untuk mempertegas identitas diri. Bulgaria menyebut nenek moyang mereka yang
berkhianat, hanya karna mereka memeluk Islam sebagai agamanya.
Ketika komunis naik ke panggung Bulgaria usai perang dunia
ke Dua, mereka menghancurkan seluruh mesjid dan lembaga-lembaga pendidikan
Islam, merampas tanah-tanah waqaf, membunuh ulama-ulama, guru-guru,
menghancurkan al-Qur’an dan teks-teks keagamaan dan menyisakan orang-orang
Pomak yang awam dan menyuruh mereka mengganti nama mereka yang beraliran
Atheis. Naom meninggalkan Bulgaria di pertengahan tahun 1980-an, setelah
mengganti mengganti nama dengan Naom Shalamanof dan meninggalkan identitas
keIslamanya. Di angkara Naim menyatakan kepada pers, “ Aku tidak akan menjadi
orang Bulgaria dan menjadi Atheis. Aku adalah Naim Sulaymanoglu atau Naim putra
Sulaiman.
Di Eropa barat, komunitas muslim di Jerman, Inggris, dan
Perancis konfrontasi antara komunitas minoritas muslim dan pemerintah serta
interaksi negatif dengan masyarakat mayoritas selalu ada. Di Jerman, muslim
yang ada sekian puluh tahun relatif hidup damai dan makmur secara ekomomi,
selalu gagal memasuki sistem pendidikan di Denmark, meski penganut muslim telah
ada sekitar 100 tahun dan pemeluknya terus bertambah, mereka mengalami
kesulitan mendirikan mesjid. Selalu muncul perlawanan dari kelompok sayap kanan
dan ancaman penghancur dan aksi vandalis dari masyarakat ultranasionalis.
Tema tentang muslim Rumania di Negara-negara kawasan Baltik,
di Rumania komunitas muslim relative menikmati kemesraan berabad-abad dengan
penguasa setempat. Terlihat dari mesjid Raja Carol yang masih utuh. Mesjid ini
merupakan simbol abadi kemesraan muslim Rumania dari rezim-rezim masa lalu yang
non-muslim.
Di Luthuania, muslim cenderung berkutat dengan persoalan di
dalam dirinya. Lithuania tidak bisa mengesampingkan peran mereka dalam sejarah
negara itu. Namun, komunis Rusia yang mencaplok Lithuania dalam federasi Uni
Soviet menyebabkan muslim Lithuania kehilangan semua warisan sejarahny. Ketika
komunis jatuh dan Uni Soviet ambruk, Lithuania memberi keluluasaan menjalani
ibadah kepada komunitas Islam, para orang tua muslim mulai membawa anak-anak
mereka ke Madrasah, Mushalah, mengajarkan bahasa Tatar dan memberikan pemahaman
sejarah eksistensi eknis Tatar di Luthania.
Di Spanyol, Islam masih meninggalkan Alhambra dan Cardova,
di Polandia hampir tidak ada bangunan peninggalan muslim tatar yang datang
lebih awal dari Turki Usmani. Desa Bohaniki dan Khuzniany masih menyimpan
keturunan muslim Tatar, lengkap dengan mesjid kayu yang berasitektur khas nenek
moyang mereka dan makam-makam para ulama dengan batu nisan yang bertuliskan
bahasa Arab, komunitas minoritas muslim ini telah melewati semua sejara modern
Eropa.
Dari muslim Tatar di Polandia, Allah senantiasa memelihara
keislaman masyarakat ini sehingga generasi berikutnya bisa belajar tentang
bagimana mereka bertahan dari serangan sistematis komunitas besar di
sekelilingnya.
Di Eropa, kajia-kajian masalah Timur di Universitas terpisah
menjadi suatu kedisiplinan abad ke-12 .
C. Study Islam di Asia Tenggara
Studi Islam di Asia Tenggara adalah salah satu aspek dari
upaya untuk menggali ilmu pengetahuan dan pengembangannya sesuai dengan rumusan
Islam yang didasarkan pada kaidah-kaidah Islami, proses itegrasi nasional
sebagai pra kondisi bagi pembangunan di bidang pendidikan termasuk pendidikan
di perguruan tinggi baik pendidikan intelektual maupun profesional.
Semenjak tahun 1945 dimana bangsa-bangsa di Asia khususnya
Asia Tenggara melepaskan diri dari penjajahan. Banyak lembaga perguruan tinggi
didirikan di kawasan ini.
Pendidikan lembaga peguruan tinggi ini sudah mulai di
beberapa negara semenjak masa penjajahan dalam konteks penyediaan tenaga ahli
bagi pemerintah Colonial salah satu yang dipelajari adalah ilmu tentang Islam.
Perkembangan masyarakat menuntut ilmu di Pondok Pesantren
dianggap tidak mencukupi kebutuhan. Kesadaran inilah yang mendorong mereka
untuk mengembara ke negara lain di Timur Tengah, guna untuk meningkatkan
pengetahuan ke Islaman, tradisi ini cukup mendorong intensifikasi keislamanisai
di kalangan masyarakat nusantara.
Dalam perkembangan tersebut Islam mendesak manusia untuk
menuntut ilmu pengetahuan melalui pemahaman yang kritis terhadap ayat-ayat
al-Qur’an, dalam kaitan dengan hukum-hukum alam. Pemahaman tersebut merupakan
bidang yang memerlukan kerja intelektual yang secara terus menerus al-Qur’an
perlu dikaji yang hasilnya diharapkan mampu menyempurnakan alat-alat pemahaman
manusia secara Intelektual dan teknologis.
Hampir disetiap negara Asia Tenggara di selenggarakan studi
Islam, kajian-kajianya merupakan pencarian suatu perspetif Islam yang baru yang
difokuskan pada pengembangan ilmu pengetahuan teknologi yang berisi Islam.
Perkembangan ini menyebabkan studi Islam dilakukan dengan
sikap kritis saling berhubungan dengan ilmu-ilmu lainnya. Kecendrungan ini
mendorong bagi adanya metode keilmuan yang khas bagi studi dan penelitian
tentang Islam meskipun sampai sekarang masih dalam proses.
Studi Islam (di daerah Barat dikenal dengan Islamic
Studies), secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebagai usaha untuk
mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Atau dengan kata lain
usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui serta membahas secara mendalam
tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan agama Islam. Baik ajaran
agamanya, sejarahnya maupun praktek-praktek secara nyata dalam kehidupan
sehari-hari, sepanjang sejarahnya.
Islam dilihat dari segi normatif dan historis mempunyai
perbedaan dalam memahami Islam itu sendiri. Ketika Islam dilihat dari sudut
Normatif, maka Islam merupakan agama yang didalamnya berisi ajaran tuhan yang
berkaitan dengan urusan Akidah dan Muamalah. Sedangkan ketika Islam dilihat
dari sudut pandang historis atau sebagaimana tampak dalam Masyarakat, maka
Islam tampil disiplin Ilmu (Islamic Studies).
Studi Islam sekarang ini berkembang hampir diseluruh negara
di dunia, baik negara Islam maupun bukan negara Islam. Di dunia Islam terdapat
beberapa studi Islam seperti:
1. Universitas Al-Azhar di Mesir
Di Universitas Al-Azhar dapat dibedakan menjadi dua periode:
a. Periode sebelum tahun 1961, dimana fakultas-fakultas yang
ada sama dengan fakultas-fakultas di IAIN.
b. Periode setelah tahun 1961, Universitas ini
diselenggarakan fakultas-fakultas umum disamping fakultas-fakultas agama.
2. Universitas Ulumul Qura di Arab Saudi
3. Universitas Teheran di Teheran
4. Universitas Damaskus
Di universitas-universitas diatas penerapan studi Islam
ditampung dalam Kulliayat Alsyai’ah (fakultas syria’ah) yang didalamnya
terdapat program studi Usuluddin, Tassawuf, dan sejenisnya.
Adapun di Indonesia (pendidikan Islam Tinggi) dilaksanakan
di empat belas (14) Institut Agama Islam Negri (IAIN) dan tiga puluh sembilan
(39) Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN). Ada juga beberapa perguruan
tinggi Islam swasta yang secara khusus mnyelenggarakan pendidikan Islam sebagai
salah satu bagian studinya, seperti : Fakultas Agama di UMJ dan UNISBA.
Studi Islam di negara-negara non-Islam diselenggarakan di
berbagai negara antara lain:
1. India
Di Aligach University (India), Studi Islam dibagi dua yaitu:
a. Islam sebagai doktrin di kaji di fakultas Usuluddin yang
mempunyai dua jurusan yaitu, Jurusan Mazhab Ahli Sunnah dan Jurusan Mazhab
Syiah.
b. Islam dari aspek sejarah dikaji di Fakultas Humaniora
dalam Jurusan Islamic Studies.
2. Chicago
Kajian Islam pada Chicago University, secara organisator,
studi Islam berada di bawah pusat studi Timur Tengah dan Jurusan Bahasa, dan
Kebudayaan Timur Dekat. Dilembaga ini, kajian Islam lebih mengutamakan kajian
tentang pemikiran Islam, bahasa Arab, naskah-naskah Klasik dan bahasa-bahasa
Arab non-Islam.
3. Los Angeles
Di Amerika, studi-studi Islam pada umumnya mengutamakan
studi Sejarah, bahasa-bahasa Islam selain bahasa Arab, sastra dan ilmu-ilmu
sosial.
4. Di UCLA
Studi Islam dibagi menjadi 4 komponen:
a. Doktrin dan Sejarah Islam
b. Bahasa Arab
c. Bahasa non-Arab seperti, Urdu, Persia, Turki.
d. Ilmu-ilmu Sosial, Sosiologi, Sejarah
5. Di London
Di London studi Islam digabungkan mdalm School Of Oriental
and Africa Studies (fakultas Ketimuran dan Afrika) yang memiliki berbagai
jurusan bahasa dan Kebudayaan Asia Afrika.
D. Study Islam di Perguruan Tinggi Mesir
Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir adalah
sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian Timur
Laut. Dengan luas sekitar 997.739 Km Meair mencakup Semenanjung Sinai (dianggap
sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya
terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan
disebelah selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasanya dengan
perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mayoritas
penduduk Mesir menetap di pinggir sungai Nil (sekitar 40.0000 km). Sebagian
besar daratan merupakan bagian dari Gurun Sahara yang jarang di huni.
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen
kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak, dan Lembah Raja
serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah, terdapat kira-kira artefak
kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia kini, Mesir diakui
luar biasa secara luas sebagai pusat politikal utama wilayah Arab dan Timur
Tengah.
Secara hsitoris, modernisasi pendidikan di Mesir berawal
dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada
saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai
Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang
kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir
yang dianggapnya stagnan. Diantara tokoh-tokoh tersebut ialah, al-Afghani,
Muhammad Adbuh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir , secara historis
kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain.
Sistem pendidikan di negara Mesir meliputi:
1. Sekolah Dasar (ibtida’i)
2. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi)
3. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).
4. Pendidikan Tinggi :
Al-Azhar di Kairo Mesir
Panglima Besar Juhari al-Siqli pada tahun 362 H/972 M
membangun Perguruan Tinggi al-Azhar dengan kurikulum berdasarkan ajaran sekte
Syiah. Pada masa pemerintahan al-Hakim Biamrillah khalifah keenam dari Daulat
Fathimiah, ia pun membangun perpustakaan terbesar di al-Qhira untuk mendampingi
Perguruan Tinggi Al-Azhar yang diberi nama Bait al-Hikmat (Balai Ilmu
Pengetahuan), seperti nama perpustakaan terbesar di Baghdad.
Pada tahun 567 H/1171 M daulat Fatimiah di tumbangkan oleh
Sultan Salahudin al-Ayyubi yang mendirikan daulat al-Ayyubiah (1171-1269 M) dan
menyatakan tunduk kembali kepada daulat Abbasiah di Baghdad. Kurikulum pada
Perguruan Tinggi Al-Azhar lantas mengalami perombakan total, dari aliran Syiah
beralih ke aliran Sunni. Ternyata perguruan tinggi ini mampu hidup terus sampai
sekarang, yakni sejak abad ke-10 M sampai abad ke-20 dan tampaknya akan tetap
selama hidupnya.
Universitas Al-Azhar dapat dibedakan menjadi 2 periode,
pertama, periode sebelum tahun 1961, yaitunya fakultas-fakultas yang ada pada
saat itu sama dengan fakultas yang ada di IAIN. Kedua, periode sesudah tahun
1961 yaitunya Fakultas-fakultas yang ada pada saat itu telah bertambah yaitunya
adanya fakultas Umum disamping fakultas Agama.
E. Amerika
Sebuah perguruan tinggi di Massachusetts yang memutuskan
untuk melarang penggunaan cadar memancing kemarahan kelompok Hak Asasi Manusia
(HAM)/ umat Islam maupun non Islam dan menganggapnya sebagai langkah illegal
yang membahayakan hak dan menargetkan kebebasan beragama khususnya umat Islam.
”Ini merupakan kebijakan yang sangat aneh. Saya tidak tahu
dari mana ini bermula. Satu hal yang bisa kita simpulkan bahwa hal itu telah
didesain untuk menargetkan umat Islam khususnya.” Ungkap Ibrahim Hooper, juru bicara
Dewan Hubungan Islam-Amerika yang berbasis di Whasington kepada Boston Globe,
Rabu 6 januari.
Perguruan tinggi Farmasi dan Ilmu kesehatan mengeluarkan
keputusan melarang mahasiswa atau siapa saja yang berada di lingkungan
kampusnya yang mengenakan penutup muka, termasuk cadar yang dikenakan oleh
muslimah. Pejabat perguruan tinggi tersebut mengatakan bahwa peraturan yang
secara resmi mulai tanggal 1 Januari dibuat untuk menkampanyekan keamanan dan
implementasi dari penilaian periodik atas kebijaksanaan umum di kampus swasta.
“Ini adalah tindakan lain bahwa keamanan umum (khususnya di
kampus) yang diinginkan adalah mengimplementasikan agar kampus tetap aman.”
Ujar Michael Ratty, juru bicara perguruan tinggi yang memiliki kampus di
Boston, Worceter dan Manchester.
“Aturan ini tidak ditujukan untuk kelompok atau individual
tertentu. Itu diterapkan untuk seluruh mahasiswa dan fakultas.”
Namun kelompok Islam di sana menyanggahnya dan menyatakan
bahwa peraturan itu merupakan upaya diskriminasi terhadap sebagian muslimah
yang yakin bahwa mereka harus menutup wajah mereka.
“saya kira mereka memiliki 2 orang mahasiswa muslim
mengenakan cadar, yang membuat mereka merasa sangat tidak nyaman dan membuat
mereka harus melakukan sesuatu tentang hal itu.” Imbuh Ibrahim Hooper.
Mayoritas Ulama dalam Islam berpendapat bahwa memakai cadar
bukanlah suatu kewajiban bagi muslimah dan menyerahkan kembali kepada setiap
muslimah untuk mengenakan cadar atau tidak.
BAB II
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Studi Islam sangatlah luas cakupan dan jangkauanya diseluruh
dunia. Sehingga ada beberapa negara yang mempunyai Perguruan Tinggi/
Universitas didunia ini yang mempunyai hubungan erat dengan masalah islam. Baik
itu masalah yang baik mapun masalah yang tidak baik.
Ada beberapa negara yaitunya,
1. Timur Tengah
2. Kawasan Eropa
3. Asia Tenggara
4. Mesir
5. Amerika
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini, pemakalah tentunya sangat
banyak melakukan kekurangan. Dengan itu sangat diharapkan kepada pembaca/
pendengar agar jika ada kesalahan dan kekurangan mohon maaf sebelumnya. Jika
ada kritikan ataupun masukan kami sangat berterimakasih dan akan dengan senang
hati mendengarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)