BAB I
PENDAHULUAN
Perencanaan, pengorganisasian, kepemimipinan, dan
pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan merupakan kegiatan manajerial
yang pada hakikatnya merupakan proses
pengambiln keputusan. Semua kegiatan tersebut membutuhkan informasi.
Informasi yang dibutuhkan oleh para manajer, termasuk
pengelola pendidikan, disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen – SIM
(Management Information System) yaitu “ suatu sistem yang menyediakan informasi
untuk manajer secara teratur”. Informasi ini dimanfaatkan sebagai dasar untuk
melakukan pemantauan dan penilaian kegiatan
serta hasil-hasil yang dicapai.
Menurut Shorade dan Voich (1994), informasi merupakan sumber
dasar bagi organisasi dan esensial agar operasionalisasi dan manajemen
berfungsi secara efektif. Sedangkan Gordon Davis (1994), mengartikan sistem
informasi manajemen sebagai sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu untuk
menyediakan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan
keputusan dalam sebuah organisasi.
Mcleod (1995) mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen
(SIM) sebagai suatu sistem berbasis
computer yang menyajikan informasi bagi para pemakai dengan kebutuhan yang
serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu ensitas organisasi formal atau
sub unit di bawahnya. Informasi menjelaskan suatu organisasi yang salah satu
sistem utamanya menjelaskan mengenai apa yang telah terjadi, apa yang sekarang
terjadi, dan apa kemungkinannya di masa mendatang.
Dengan kata lain, Sistem Informasi Manajemen merupakan
keseluruhan jaringan informasi yang ditujukan kepada pembuatan
keterangan-keterangan bagi para manajer dan para pengguna lainnya yang
berfungsi untuk pengambilan keputusan atau kebutuhan lain dalam cakupan
organisasi atau perorangan. Informasi itu sendiri, merupakan data yang telah
diolah, dianalisis melalui suatu cara sehingga memiliki arti dan makna (worth).
Sedangkan data adalah fakta, atau fenomena yang belum dianalisis, seperti
jumlah, angka, nama, lambang yang menggambarkan suatu objek, ide, kondisi,
ataupun situasi.
Apabila data yang masuk telah diproses dan dianalisis maka
data itu menjadi informasi yang penting, dibutuhkan, dan berarti bagi
pengambilan keputusan, baik yang menyangkut kegiatan organisasi maupun
manajerial. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam SIM adalah:
Perlu
diidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan
Perlu ditentukan
suber data dan informasi yang dibutuhkan.
Perlu ditentukan
siapa yang membutuhkan informasi dan kapan.
Perlu
dikomunikasikan informasi itu secara tepat, terpercaya kepada pengguna.
Ada beberapa persyaratan agar informasi yang dibutuhkan itu
dapat berfungsi, bermanfaat bagi para pengambil keputusan dan pengguna lainya,
yaitu:
Uniformity;
Lengkap;
Jelas; dan
Tepat waktu.
Dengan demikian jelas bahwa SIM yang efektif dapat
memperlancar manajemen dalam pencapaian tujuan organisasi. Pertanyaannya adalah
SIM efektif itu yang bagaimana? SIM yang efektif yaitu SIM yang dapat berfungsi
dalam proses pengambilan keputusan dan pemecah masalah yang lebih baik. Hal
tersebut dapat tercapai dengan disediakannya informasi yang sesuai dengan
kebutuhan baik dalam jumlah, kualitas, waktu, maupun biaya. Informasi yang
berlebihan dan tidak akurat, serta tidak tepat waktu, selain biayanya mahal, juga tidak berguna.
KONSEP DASAR
A. Pengertian
Dalam kehidupan masyarakat luas kata “informasi” pada
umumnya sudah tidak dipandang lagi sebagai istilah asing. Dalam pembicaraan
umum di masyarakat sering para pembicara memaksudkannya sebagai berita atau
keterangan yang adakalanya di identikkan dengan data. Data mempunyai kaitan
erat dengan informasi dan biasa pula terjadi suatu hal yang sama dikatakn data
dan juga dikatakan informasi. Perbedaannya ditentukan dengan adanya proses dan
kepentingan dan maksud dalam hal yang dikatakan informasi. Sedangkan data tidak
terikat oleh kedua hal tersebut. Dengan demikian data merupakan bahan untuk
menjadi informasi stelah diproses dengan prosedur, teknik dan cara sesuai
dengan kepentingannya. Atau dengan perkataan informasi adalah suatu data
terpilih yang telah diproses dalam suatu system untuk menjadikannya dapat
memberikan arti. Untuk memahami secara mendalam tentang SIM, banyak para ahli
yang telah mengemukakan pendapatnya yang intinya sebagai berikut : “ SIM adalah
jaringan prosedur pengelolaan data mulai dari pengumpulan data, pengelolaan,
penyimpanan, pengambilan, penyebaran dengan menggunakan berbagai peralatan yang
tepat, dengan maksud memberikan data kepada manajemen setiap waktu diperlukan
dengan cepat dan tepat, untuk dasar pembuatan keputusan dalam rangka mencapai
tujuan organisasi.
B. Komponen-komponen Sistem Informasi
Manajemen
Jika dikaji secara seksama ternyata SIM ini terbentuk karena
adanya unsur yang mendukungnya. Unsur SIM ini meliputi unsur system, unsur
informasi dan unsur manjemen. Seperti yang dikemukaka oleh seorang ilmuan yang
bernama Idochi Anwar.
1. Sistem
Yang dimaksud dengan sistem adalah seperangkat alat komponen
yang terdiri dari dua atau lebih, yang saling berhubungan dan saling
ketergantungan satu sama lain, untuk mencapai tujuan bersama. Pengertian ini
sejalan dengan yang dikemukakan oleh Prajudio Atmosudirjo (1979:231) bahwa :
System adalah setiap sesuatu yang terdiri atas objek-objek,
atau unsur, atau komponen-komponen yang bertata-kaitan dan bertata-hubungan satu
sama lain sedemikian rupa sehingga unsur tersebut merupakan suatu pemrosesan
atau pengolahan tertentu.
Jika suatu system tertentu diidentifikasikan, maka sering
terdapat sejumlah system yang lebih kecil, yaitu yang dinamakan subsistem. Bila
terus dianalisis, akan sampai pada elemen-elemen dasarnya. Seperti yang
dikatakan oleh Burch dan Stater (1974;4), bahwa: “Suatu system dapat dirumuskan
sebagai setiap kumpulan bagian-bagian yang disatukan, yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan”.
Setiap bagian dalam organisasi selalu membutuhkan keputusan
ytang cepat dan tepat. Juga membutuhkan bagian yang lain untuk pembuatan
keputusan, apalagi top managernya. Keputusan yang dicetuskan sangat tergantung
pada data-data/informasi dari berbagai
subsistem. Maka disini perlu dirancang SIM, sehingga ajaran system dapat
dianggap sebagai suatu metode untuk memcahkan masalah.
Dengan menggunakan pendekatan system dalam proses manajemen,
diharapkan pengelolaan data dapat dihasilkan informasi yang cepat, tepat dan
akurat dengan melalui analisis yang rasional dan ilmiah. Terutama sangat
dibutuhkan di organisasi yang sangat besar memiliki berbagai devisi/bagian dan
semuanya itu tertuju pada tujuan yang sama.
2. Informasi
Komponen SIM yang kedua adalah Informasi, yaitu merupakan
unsur inti dalam SIM. Karena informasi inilah yang dijadikan sebagai system,
dan dikelola dengan pendekatan system. Namun tidak berarti system informasi
menajemen berdiri dengan tanpa unsur system dan unsur management. Ketiganya
tidak dapat dipisahkan.
Informasi sangat erat hubungannya dengan data. Informasi
berasal dari data. Data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lainnya apapun
yang mengandung sesuatu yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan
dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan atau penetapan
keputusan. Data adalah ibarat bahan mentah yang melalui pengelolaan tertentu
lalu menjadi informasi.
Jelaslah kiranya bahwa dara merupakan sumber informasi,
merupakan bahan informasi dan dengan sendirinya erat hubungannya dengan
informasi.
Pengertian data dalam SIM, merupakan hasil dari
kajian-kajian ilmiah dan dapat didapatkan secara ilmiah pula. Oleh karena itu
dijelaskan pula oleh N.A. Ametembun ( 1980:137), bahwa : Data adalah
fakta-fakta yang diperoleh melalui penelitian empirik atau observasi. Sedangkan
yang dimaksud dengan informasi adalah “behavior initiating”, stimuli yang
terjadi antara pengirim dan penerima, dalam bentuk tanda atau sandi merupakan
“output” dari pengolahan data.
Setelah dijelaskan apa makna “data” dan apa “informasi”,
perlu memahami bahwa informasi yang diterima pembuat keputusan, melalui tata
cara, urutannya yang jelas/tertentu, yang melibatkan pelbagai bagian yang
saling berhubungan, saling ketergantungan, saling memerlukan satu sama lainnya.
Proses penyajian informasi yang dimulai dari pengumpulan
data, pengolahan data, penyimpanan, sampai kepada terciptanya informasi yang
diterima pembuat keputusan, perlu dikelola dengan baik, direncanakan, diorganisasikan, digerakkan dan diawasi sehingga terbentuk
suatu informasi yang efektif. Yaitu informasi yang akurat, cepat, fungsional,
relevan, ringkas dan lengkap untuk pembuatan keputusan.
Kriteria bagi suatu SIM yang efektif adalah sistem tersebut
dapat memberikan data yang cermat, tepat waktu, dan yang paling penting artinya
bagi perencanaan, analisis, dan pengendalian manajemen untuk mengoptimalkan
pertumbuhan organisasi.
Perlu dipahami bahwa bahwa informasi yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah data-data yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna
bagi penerima dan berguna bagi pembuat keputusan-keputusanm, sekarang dan yang
akan datang.
Dikatakan data adalah fakta-fakta kegiatan ogranisasi dengan
unitnya. Untuk keperluan penulisan data dikertas atau kartu dan pemasukan data
ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu yang
pertama data statis, dan yang kedua data dinamis. Data statis adalah jenis data
yang umumnya tidak berubah dan jarang berubah, misalnya identitas nama (orang,
organisasi, atau tempat), kode-kode nomor, dan lain sebagainya. Sedangkan data
dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang
singkat (harian), atau agak lama (semesteran) dan lain-lain. Data jenis ini
sering mengalami peremajaan (updating) data. Contoh data tersebut seperti buku
tabungan, data gaji, data kepangkatan, data nilai siswa, Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK) mahasiswa dan
sebagainya.
C. Manajemen
Komponen ketiga yaitu manajemen, yang merupakan proses
pengelolaan, pengumpulan data, hingga menjadi informasi termasuk proses
pentransferan informasi kepada yang memerlukan.
Unsur manajemen ini merupakan serangkaian proses pengelolaan
seperti yang diungkapkan oleh George R. Terry (1997:4) bahwa :
Mangement is a distinct proses consisting of planing,
organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish
stated objectives by the use of human being and other resources. ( manajemen
adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaanm pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai
tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya
lainnya.)
Dalam hubungannya dengan istilah ‘sistem informasi
manjemen,” manajemen dipandang sebagai orang-orang, yakni semua orang yang
mempunyai fungsi atau kegiatan pokok sebagai pemimpin-pemimpin kerja. Dengan
kata lain, yang dimaksud dengan manjemen di sini adalah manajer.
Manajer memiliki tugas untuk melaksanakan semua kegiatan
yang dibebankan organisasi kepadanya. Sebagaimana dalam Webster’s New World
Dictionary dijelaskan bahwa : manajer adalah seseorang yang memimpin semua hal
dari suatu perusahaan, badan atau lembaga, team, dan sebagainya.
Manajemen dapat pula dipandang sebagai serangkaian
pengelolaan yang menggunakan fungsi manajemen. Dalam sistem informasi,
manajemen berarti proses informasi selalu memerlukan penerapan fungsi-fungsi
manajemen dari mulai perencanaan, pengumpulan data, penyimpanan, sampai dengan
penyebaran informasi. Dengan demikian penerapan manajemen sebagai proses
terhadap sistem informasi manajemen adalah penyerapan fungsi-fungsi manajemen,
yaiut perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan
dalam setiap kegiatan informasi manajemen.
Dalam sistem informasi manajemen, seorang pemimpin tidak
akan mampu bekerja tanpa dibantu oleh bawahannya. Karena SIM tidak menerima
data dari atasan atau satu bagian dari organisasi saja, tetapi dari semua
bagian. Sehingga diperlukan bawahan secara spesifik menagani informasi yang
diterima dari bagian-bagian lain.
Dengan demikian terjadilah pembagian tugas oleh pimpinan
kepada bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
1. Pengembangan Sistem Informasi Manajamen
Pada dasarnya ada dua pihak utama yang terlibat lansung
dalam upaya mengembangkan suatu sistem informasi untuk manajemen suatu
organisasi, yaitu analisis sistem dan manajer. Orang yang merencanakan sistem
informasi untuk manajemen, mengkaji untuk kerjanya, merancang perbaikannya
dalam suatu sistem biasanya dikatakan sebagai seorang analisis sistem. Karena
itu dia tidak hanya perlu mengenal medan sistem dimana informasi hendak
dikembangkan, tetapi terutama ia harus menguasai seluk beluk informasi itu
sendiri. Namun demikian fungsi analisis sistem yang intinya merancang sistem
informasi untuk mengotimalkan keterhubungan orang-orang, material, mesin, dan
uang nampak seperti layaknya seorang manajer. Maka dalam kaitan ini seorang manajer
dapat dipandang sebagai seorang operator sistem yang menentukan rincian kritis
sistem informasi yang dibutuhkan dan karenanya ia pun dapat sebagai analisis
sistem (Bocchino:1972). Dengan demikian bagi kalangan organisasi pendidikan
pada lingkup ysng relatif kecil (sekolah) sebaiknya para kepala sekolah
berperan sebagai manajer sekaligus sebagai analisis sistem. Untuk itu mereka
dituntut untuk mengenal dasar-dasar konsepsional dan praktik keinformasian yang
cocok untuk diterapkan di lingkungan kerjanya. Adapun langkah-langkah yang
dapat ditempuh dalam mengembangkan
informasi meliputi :
Studi fisibilitas
Menentukan
persyaratan sistem
Merancang dan
menerapkan sistem yang perangkatnya
terdiri atas basis data (data base), persiapan fisik, langkah-langkah kerja
solusi prpgram.
Perubahan
keorganisasian
Pengetesan solusi
Konservasi
Manajemen proyek
Dalam kaitan inilah proses pengembangan sistem informasi
manajemen memungkinkan mencapai taraf kualitas yang memadai. Hanya saja kunci
utamanya tetap pada unsur manusia yang terlibat di dalamnya.
Karena itu untuk mewujudkan keterpaduan sistem yang utuh
dalam pengembangan sistem informasi nasional pendidikan sangat dituntut
kemelekan para manajer disetiap tingkatan terhadap dasar-dasar pengelolaan
informasi yang dioptimalisasikan. Setidaknya mereka tidak hanya menyadari dan
memberikan dorongan bagi operasi sistem secara konsisten berdasarkan
prinsip-prinsip dan ketentuan organisasi, tetapi mereka mesti secara nyata
memenuhi pelaksanaan operasi itu sendiri. Jadi bila seorang guru atau kepala
sekolah harus menyampaikan laporan, maka ia harus melaksanakannya dengan cara,
metri waktu, dan format yang diminta
serta memenuhi kriteria objektivitas. Dengan demikian ia bukanlah saja
menjalankan sebagian dari tugasnya, tetapi lebih jauh telah berkonsentrasi
sebagaimana bagi kemungkinan sisten informasi yang mencakupi wilayah kerjanya
sebagaimana mestinya.
Cara, materi, waktu, format, dan objektivitas merupakan
faktor esensial bagi pengelolaan basis data pada suatu sistem informasi. Dengan
demikian basis data harus dikendalikan secara sentral. Maksudnya agar ada
keterkaitan logis antara berbagai jenis dalam suatu data sehingga basis data
dapat terjadi.
2. Proses Pengelolaan Data Dalam Sistem
Informasi Manajemen
Proses kerja suatu SIM merupakan suatu alur proses yang
kontinu dari mulai perencanaan sampai dengan balik. Alur ini dimulai dengan
rencana dari standar tujuan itu dan dilakukanlah proses masukan data. Kemudian
dilanjutkan dengan proses pengolahan data. Hasil pengolahan itu dijadikan umpan
balik terhadap perencanaan standar. Bila memenuhi rencana dan standar, maka
dilanjutkan dengan penyampaian hasil pada manajemen untuk mengevaluasi proses
kerja SIM, yang kemudian akan bergerak lagi sesuai dengan kebutuhan.
Burt Scanlan dan J. Bernard Keys yang dikutip Moekijat
(1991:42), menggambarkan bagaimana proses kerja suatu sistem informasi
manajemen.
Alur yang tergambar dalam anatomi sistem informasi manajemen
diatas merupakan salah satu kriteria efektifitas suatu SIM. Untuk mengetahui
efektifitas suatu SIM, Moekijat (1991:42) telah mengemukakan bahwa : Untuk
menentukan jaringan yang efektifitas bagi suatu SIM telah disarankan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
Data atau
informasi apakah yang dibutuhkan?
Bagaimana data
atau informasi itu dibutuhkan?
Siapa yang
membutuhkan?
Dimana data atau
informasi itu dibutuhkan?
Dalam bentuk apa
informasi itu dibutuhkan?
Berapa biaya data
atau informasi itu?
Prioritas apa yang
akan diberikan oleh bermacam-macam data?
Mekanisme apakah
yang akan ditentukan untuk mnyortir informasi, menyusunnya, menggunakannya
menjadi bentuk yang berarti, dan menyampaikan informasi yang telah dipersatukan
kepada pengambil keputusan untuk mengambil tindakan?
Bagaimana
peraturan kontrol umpan balik akan disediakan bagi manajemen?
Mekanisme apakah
yang akan ditentukan untuk dapat terus-menerus menilai dan memperbaiki sistem
informasi manajemen?
Pendapat Moekijat diatas telah cukup untuk memahami
bagaimana batasan-batasan SIM yang efektif. Bahwa SIM itu bisa dikatakan
efektif bila data atau informasi itu terdapat kesesuaian antara yang memerlukan
dan menyiapkan tepat waktu, pemberi data atau informasi memahami orang atau
bagian yang membutuhkan data, seperti sikap dan emosinya, informasi yang
diberikan sesuai dengan tempat diterimanya informasi atau data, bentuk
informasi dapat diterima oleh yang memerlukan, informasi mengalir secara kontinu
urutan data atau informasi yang dibutuhkan, data atau informasi diolah oleh
mekanisme yang cepat dan tepat, umpan balik yang mengalir kebagian perencanaan
sehingga perbaikan dapat berkelanjutan, mekanisme kerja diperbaiki secara
kontinu sesuai dengan umpan balik.
Pemrosesan data sangat penting, karena penerima informasi,
seperti para pimpinan tidak mungkin dapat membuat keputusan dengan cepat dan
tepat, bila yang diterimanya sebagai bahan pembuatan keputusan itu berupa data
yang belum dproses dengan baik.
Pemrosesan data yang dimaksud adalah pemrosesan data yang
dilakukan oleh para kepala sekolah dasar yang meliputi bidang administrasi
umum, supervis, personil, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasrana
sekolah, keuangan, Humas. Untuk lebih jelas bahasan teoritis tentang pemrosesan
data dibawah ini akan dijelaskan.
a. Pengumpulan Data
Seperti yang telah dikemukan oleh Gordon B. Davis, informasi
adalah data yang telah diolah dan yang penting artinya untuk pengambilan
keputusan. Jadi untuk memperoleh informasi, tindakan pertama adalah
mengumpulkan data untuk diolah menjadi informasi, dan metode pengumpulan data
sebagai berikut :
1) Melalui
pengamatan secara lansung
Dalam hal ini pengamat sendiri yang lansung mengamati ke
objek yang telah ditentukan. Sehingga dengan metode ini data-data dapat
dikumpulkan dengan cermat, karena pengamat sendiri yang mengumpulkannya.
Efektivitas metode ini berkurang ketika
organisasi menjadi besar dan luas, sehingga data yang harus dikumpulkan menjadi
lebih kompleks dan banyak , waktu yang dibutuhkan menjadilebih lama.
2) Melalui
wawancara
Salah satu cara untuk menanggulangi banyaknya bagian yang
harus diamati adalah dengan wawancara, yang dapat diwakilkan pada orang lain.
Makin luas dan banykanya bagian dalam organisasi, akan makin banyak personil
yang disiapkan untuk menjadi pewawancara. Namun demikian ketelitian dalam
wawancara akan tergantung kepada pewawancara, sehingga hasilnya sedikit akan
terpengaruhi wawancara.
3) Melalui
perkiraan koresponden (pembawa berita)
Dalam hal ini koresponden diminta untuk memberikan informasi
yang diperlukan kepada pengamat. Angka-angka yang diberikan mereka mungkin
hanya merupakan perkiraan saja.
Keuntungan metode ini adalah sangat murah dan meliputi
daerah yang sangat luas. Sedangkan kerugiannya adalah bahwa data yang
dikumpulkan sering kurang teliti.
4) Melalui daftar
pertanyaan
Metode ini akan lebih efesien dibandingakan dengan wawancara,
karena melalui daftar pertanyaan ini proses pengumpulan data tidak memerlukan
wawancara. Daftar pertanyaan dapat lansung diberikan kepada pembawa data,
sehingga memungkinkan lebih cepat. Tetapi hal ini pun ada kekurangannya, yaitu
bila pemberi data tidak mengembalikan daftar pertanyaan yang telah diisinya
atau tidak mengisi sama sekali. Untuk mengatasinya maka pertanyaan-pertanyaan
harus dibuat sesederhana mungkin, mudah dimengerti dan tidak perlu diberi
penjelasan.
b. Pengolahan Data
Pengolahan data adalah sesuatu proses kegiatan pikiran
dengan bantuan tangan atau suatu peralatan dengan mengikuti serangkaian
langkah-langkah perumusan atau pola-pola tertentu, untuk mengubah data menjadi
berbentuk, tersusun, sifat atau isinya berguna.
Dalam ensklopedi administrasi (1989:109), dinyatakan bahwa :
Data processing diterjemahkan sebagai pemrosesan keterangan. Dan berarti
serangkaian aktivitas dalam bidang tatausaha yang mencatat, mengolah, mengirim
atau menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh suatu organisasi
secara cermat dan tepat.
Dalam melakukan pengolahan data diatas, maka diperliukan
metode yang cocok atau sesuai dengan kebutuhan pengolahan data. Untuk itu Burch
dan Stater (1974:27), mengungkapkan empat metode pengolahan data yaitu :
a) Metode Manual,
dalam metode ini semua operasi data dilakukan dengan tangan dan bantuan penting
seperti pensil, pena, dan mistar hitung.
b) Metode
Elektromechanical, metode ini sesunggunnya merupakan gabungan dari orang dan
mesin. Misalnya seorang kepala sekolah yang bekerja dengan menggunakan mesin
catat kolom (posting machine).
c) Metode Punch
Card Equipment
Dalam metode ini menggunkan semua alat yang dipergunakan apa
yang kadang-kadang disebut sebagai suatu sistem warkat unit. Prinsip warkat
unit ini adalah bahwa data mengenai seseorang, suatu objek, atau suatu
peristiwa biasanya dicatat (punched) dalam suatu kartu. Sejumlah kartu
mengandung data tentang subjek yang sama (misalnya daftar gaji dan inventaris)
digabungkan bersama untuk membentuk suatu file.
d) Metode
elektronik komputer
Metode ini menggunakan komputer dalam mengelolah datanya.
Komputer disini berarti suatu susunan dari alat-alat masukan, suatu sistem unit
pengolahan pusat dan alat keluaran.
c. Penyimpanan Data
Penyimpanan data termasuk didalamnya pengarsipan. Tujuan
penyimpanan atau pengarsipan ini adalah :\
a) Sewaktu-waktu
diperlukan bagi pemecahan persoalan dapat dengan mudah diambil
b) Menjaga dan
memelihara fisik arsip atau dokumen agar terlindung dari kemungkinan rusak,
terbakar atau hilang.
Hal ini sejalan dengan yang di kemukakan oleh Burch dan
Stater yang dikuti Moekijat (1986:23), bahwa : “ Penempatan data ke dalam suatu
media penyimpanan seperti kertas, mikrofilm. Agar data dapat dipelihara untuk
pemasukan dan pengambilan kembali bila diperlukan.
d. Pengeluaran Data
Yang dimaksud dengan pengeluaran data atau informasi adalah
memindahkan data atau informasi dari bagian SIM kebagian yang memerlukan,
terutama pada pembuatan kebijakan. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Moekijat
(1986:23) bahwa, “ pengeluaran data atau informasi adalah operasi memindahkan
data dari suatu tempat ke tempat lain.”
Data informasi dikeluarkan, disesuaikan dengan kebutuhan.
Pengeluaran data ini bukan hanya pengeluaran dari komputer atau alat-alat
pengelolaan yang lainnya, tetapi dari bagian pengelolaan SIM/bank data dan
informasi pada bagian lain atau pada pembuat kebijakan.
D. Studi Kasus
Membangun basis data dalam sistem informasi pendidikan
nasional dewasa ini sangat memperhatikan data persekolahan. Untuk tercapainya
keterpaduan menyeluruh maka telah ditetapkan jenis data yang harus dikirimkan
dan untuk itu telah disiapkan format khusus. Demikian pula agar terkendalinya
arus data, prosedur, dan waktu pengumpulannya pun telah ditetapkan.
Ketetapn-ketetapan tersebut dibuat secara tersentralisasi. Untuk sekolah dasar,
jenis data yang harus dicatat meliputi :
Nomor Statistik
Sekiolah (NSS)
Identitas yang
mencakup nama, alamat, status, tahun pendirian, dan waktu penyelenggaraan
sekolah.
Murid dan kelas
yang mengikuti UN/UAS tahun ajaran lalu, pengiriman murid tingkat satu, murid
baru tingkat satu menurut umur, tingkat
dan jenis kelamin, murid menurut agama, murid mengulang dan kelas menurut
tingkat.
Kepala sekolah,
guru, dan pegawai lainnya menurut status kepegawaian , jenis kelamin, ijazah
tertinggi, jabatan/penugasan.
Ruang belajar yang
meliputi status pemikiran dan kondisi.
BAB III
PENUTUP
Sistem Informasi Manajemen merupakan keseluruhan jaringan
informasi yang ditujukan kepada pembuatan keterangan-keterangan bagi para
manajer dan pengguna lainnya dalam cakupan organisasi formal atau informal atau
pun perorangan.
Informasi itu sendiri merupakan data yang telah diolah,
dianalisis melalui suatu cara sehingga memiliki arti dan dapat bermakna bagi
siapa saja yang menggunakannya. Sedangkan data adalah fakta, atau fenomena yang
belum dianalisis, seperti jumlah, angka, nama, lambang yang menggambarkan suatu obek, ide, kondisi
ataupun situasi.
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam SIM adalah : 1)
perlu diidentifikasikan jenis informasi yang dibutuhkan; 2) perlu ditentukan
sumber data dan informasi yang dibutuhkan; 3) perlu ditentukan siapa yang
memerlukan data atau informasi tersebut dan kapan; 4) perlu dikomunikasikan
informasi itu secara tepat, terpercaya kepada para pengguna.
Ada beberapa perasyaratan agar informasi yang dibutuhkan itu
dapat berfungsi, bermanfaat bagi para
pengambil keputusan dan pengguna lainnya, yaitu : 1) uniformty; 2) lengkap; 3)
jelas; dan 4) tepat waktu.
Konsep dalam informasi manajemen memiliki beberapa
karakteristik : 1) dalam suatu organiasi terdapat suatu bagian khusus sebagai
pengelola SIM; 2) SIM merupakan jalinan lalu lintas data atau informasi dari
setiap bagian di dalam orgnaisasi terpusat dibagian SIM; 3) SIM merupakan
jalinan hubungan antar bagian dalam
organisasi melalui satu bagian SIM; 4)
SIM merupakan segenap proses yang mencakup : a) pengumpulan data; b)
pengolahan; c) penyimpanan; d) pengambilan data; dan e) penyebaran informasi
dengan cepat dan tepat. 5) SIM bertujuan agar para pelaksana dapat melaksanakan
tugas dengan baik dan benar serta pimpinan dapat membuat keputusan dengan
cermat, cepat, dan tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)