Pengertian.
Ekologi populasi merupakan bagian dari ekologi yang
memusatkan perhatiannya pada populasi sebagai obyek dan permasalahannya.
Untuk memelajari ekologi populasi kita akan berangkat dari
salah satu contoh populasi, yaitu populasi ikan dan populasi sumpil dari
ekosistem sungai. Dikatakan populasi ikan dan populasi sumpil karena kedua
jenis makhluk hidup tersebut sudah memenuhi syarat sebagai, populasi yaitu
terdiri atas sekelompok individu-individu organisme sejenis (dalam hal ini
adalah ikan dan sumpil), dalam jenisnya masing-masing mempunyai kesamaan
genetis dan berada sebagai penghuni dalam tempat (dalam hal ini sungai) dan
waktu yang sama. Untuk mempelajari populasi tersebut dapat menggunakan metode
survey dan observasi atau bila memungkinkan dapat dilengkapi dengan eksperimen
untuk lebih meyakinkan. Seandainya melakukan observasi satu kali, untuk
mengumpulkan data tentang populasi yang
akan dipelajari di tempat hidupnya (dalam hal ini sungai) yakni populasi
sumpil, data yang akan diperoleh selain luas tempat hidupnya antara lain :
a.
Jumlah sumpil secara keseluruhan
b.
Jumlah populasi sumpil pada masing-masing ukuran sumpil (kecil, sedang,
besar)
c.
Struktur populasi
d.
Interaksi yang terjadi antar makhluk hidup (antar sumpil)
Dari data-data di atas, data yang digunakan sebagai acuan
untuk menggambarkan besar/kecilnya atau ukuran populasi adalah jumlah populasi sumpil dan luas tempat hidupnya. Dengan
mengetahui dua data tersebut, kita akan memperoleh gambaran ukuran populasi dengan membagi jumlah populasi sumpil dengan
luas tempat keberadaannya yang dinyatakan sebagai densitas
(kerapatan/kepadatan). Kerapatan populasi
merupakan ukuran populasi dalam
hubungannya dengan satuan ruang. Kerapatan kotor merupakan banyaknya individu atau
biomasa yang terdapat dalam satuan ruangan keseluruhan. Kerapatan ekologis
berarti banyaknya individu atau biomasa persatuan habitat atau banyaknya
individu menempati persatuan atau volume yang tersedia.
Selain kepadatan populasi, kita juga perlu mencari gambaran
peluang semakin besar/kecilnya di waktu mendatang. Data yang dapat digunakan
sebagai acuan untuk menggambarkan peluang semakin besar atau kecil suatu
populasi di waktu-waktu mendatang adalah
keempat data yang kita peroleh yakni, data jumlah, populasi data jumlah
populasi pada masing-masing umur sumpil dilihat dari ukurannya, struktur
populasi yang nantinya akan terkait dengan interaksi yang terjadi antar makhluk
hidup (antar sumpil). Dengan mengetahui data jumlah populasi sumpil pada
masing-masing ukuran sumpil (kecil, sedang, besar) kita dapat memperkirakan jumlah sumpil yang masih dapat
hidup dalam beberapa selang waktu kedepan yakni, populasi yang masih berukuran
kecil atau dapat dikatakan masih muda. Selain data tersebut, dengan menggunakan
data struktur populasi yang nantinya akan terkait dengan interaksi yang terjadi
antar makhluk hidup (antar sumpil) dan jumlahnya, kita juga dapat memperkirakan
akan semakin besar atau kecil ukuran populasinya. Struktur populasi menggambarkan kondisi ikatan antar individu
anggota populasi di alam kehidupannya dalam wujud : distribusi, pengelompokkan,
dan lain-lain. Dengan mengetahui struktur populasi , kita akan mengetahui
interaksi yang terjadi antar individu tersebut.
Kita semua tahu bahwa organisme yang sejenis, cenderung
memilik pola interaksi kompetisi, yakni pola interaksi dimana individu-individu
yang sejenis tersebut memperebutkan suatu sumber daya yang sama, makanan
misalnya. Semakin banyak jumlah populasi
sumpil dalam suatu wilayah, maka, tingkat kompetisi antar individu akan
semakin tinggi, dan kelangsungan hidup individu tersebut mau tidak mau juga
akan terancam. Selain berebut sumber daya (makanan ataupun tempat hidup) yang
ketersediaannya terbatas, masing-masing individu juga memiliki kemampuan yang
berbeda-beda untuk mencari dan memperoleh sumber daya.
Seandainya melakukan observasi berkali-kali dengan selang
waktu yang teratur, terhadap populasi
yang akan dipelajari di tempat hidupnya (dalam hal ini sungai) yakni
populasi sumpil, data yang akan diperoleh antara lain :
a. Jumlah
populasi sumpil yang dihitung secara berkala dalam selang waktu tertentu
b. Jumlah
populasi sumpil pada masing-masing ukuran sumpil (kecil, sedang, besar) yang
juga dihitung secara berkala dalam selang waktu tertentu
c. Densitas yang
juga dihitung secara berkala dalam selang waktu tertentu
d. Tingkat dan
grafik natalitas serta mortalitas
e. Laju
pertumbuhan sumpil
f. Grafik
pertumbuhan sumpil
Dari data-data tersebut, data yang dapat memberi gambaran
akan memperkecil populasi antara lain tingkat dan grafik mortalitas. Mortalitas
menggambarkan banyaknya individu anggota populasi yang mati). Sedang data yang
dapat memberi gambaran akan memperbesar populasi antara lain tingkat dan grafik
natalitas. Natalitas merupakan jumlah individu baru sebagai hasil reproduksi
(tingkat kelahiran).
Dari data-data tersebut, data yang dapat memberi gambaran
adanya gejala pertumbuhan populasi adalah data laju pertumbuhan populasi dan
grafik pertumbuhan populasi yang didapat dari keempat data yang diperoleh
sebelumnya, yakni jumlah populasi seluruhnya dan jumlah populasi pada masing-masing ukuran sumpil, tingkat
natalitas serta mortalitas populasi
sumpil. Data-data tersebut memberikan gambaran akan adanya gejala
pertumbuhan populasi adalah karena
“populasi yang sedang tumbuh dicirikan dengan bertambahnya individu penyusun
populasi . Natalitas, mortalitas, dan distribusi umur merupakan faktor internal
popuasi yang menentukan pertumbuhan populasi
tersebut. Laju populasi
menjelaskan besarnya kecepatan pertambahan jumlah individu anggota
populasi . Tingkat kelajuan diperoleh dengan membagi perubahan jumlah individu
dengan periode waktu berlangsungnya perubahan. Terminologi laju menunjukkan
kecepatan perubahan populasi pada waktu
tertentu (= r). Misalnya suatu populasi
dengan jumlah individu = N, rata-rata pertambahan = dN, terjadi dalam
waktu tertentu = dt, maka pertumbuhannya = dN/dt. Karena di dalam dN/dt
terdapat laju atau kecepatan pertumbuhan yang dimiliki oleh populasi tersebut dengan kode r = rate, maka dengan
mengikat jumlah individu semula adalah N maka dapat dibuat persamaan dN/dt = r
N dan r = (dN/dt)/N. Laju pertumbuhan populasi
pada kondisi lingkungan yang ideal tergantung pada komposisi atau
distribusi umur dan laju pertumbuhan spesifik atau yang terkait dengan
reproduksi” (Sudjoko, 1998:33).
Observasi untuk studi ekologi populasi tentu akan lengkap
dengan mengumpulkan data lingkungannya. Adapun yang merupakan lingkungan
makhluk hidup (sumpil) tersebut terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
Kelangsungan hidup suatu populasi takkan
pernah terlepas dari kedua komponen tersebut yakni komponen biotik yang hidup
bersamaan di wilayah tempat tinggal sumpil dan komponen abiotik tempat
tinggalnya. Data-data tentang komponen biotik dan abiotik yang dapat diperoleh
antara lain :
a. Komponen
Biotik
Komponen-komponen biotik adalah komponen-komponen yang
terdiri dari makhluk hidup. Data komponen-komponen biotik yang mungkin
diperoleh meliputi :
1. Jenis dan
jumlah populasi lain yang hidup pada wilayah yang sama
2. Interaksi yang
terjadi antara sumpil dan populasi lain
yang hidup pada wilayah tersebut
b.
Komponen-komponen Abiotik
Komponen-komponen abiotik adalah komponen-komponen tak hidup
yang meliputi komponen fisik dan kimia. Data komponen-komponen abiotik yang
memungkinkan akan diperoleh pada tempat hidup
populasi sumpil tersebut meliputi :
1) Suhu (oC)
2) Kecepatan arus
(m/s)
3) Kedalaman (m)
4) Intensitas
cahaya
5) Substrat dasar
sungai
6) Derajat
keasaman (pH)
Dari sekian banyak data yang ada di atas data yang merupakan
pendukung maupun penghambat kehidupan populasi
antara lain :
Interaksi yang
terjadi antara sumpil dan populasi lain
yang hidup pada wilayah tersebut. Contoh dari hal ini adalah adanya populasi
bebek dalam ekosistem yang akan memakan populasi sumpil, sehinga mengakibatkan popilasi sumpil
berkurang. Interaksi ini juga dapat dipengaruhi oleh manusia, yang mana manusia
tersebut terkadang mengotori ekosistem dari populasi sumpil, sehingga ekosistem tercemar dan
mengakibatkan berkurangnya populasi .
Sustrat Dasar
Sungai
Sumpil lebih menyukai substrat dasar berupa pasir dan tanah
lembut. Sehingga sumpil biasanya mendominasi bagian ekosistem sungai yang
mempunyai substrat dasar pasir
Kecepatan Arus
Bagian sungai yang mempunyai kecepatan arus kecil akan lebih
banyak terdapat populasi sumpil
diabandingkan dengan bagian sungai yang mempunyai kecepatan arus yang deras.
Sehingga populasi sumpil lebih
mendominasi bagian tepi sungai daripada bagian tengah sungai yang mempunyai
kecepatan arus yang deras.
B.Aplikasi sumpil (melania testudinaria)
Hewan ini umumnya hidup di laut meskipun ada juga yang hidup
di darat. Tubuhnya lunak, berlendir, dan bermantel, biasanya dilindungi oleh
cangkang zat kapur. Selain melindungi tubuh, cangkang ini juga berfungsi untuk
melindungi organ yang ada di dalam isi perut.
Gastropoda? Gaster
artinya perut, dan podos artinya kaki. Jadi Gastropoda adalah hewan yang
bertubuh lunak, berjalan dengan perut yang dalam hal ini disebut kaki.
Bekicot (Achatina fulica)
Struktur tubuh
bekicot terdiri satu rumah atau cangkang bekicot berbentuk kerucut terpilin
(spiral)yang simetris bilateral ,
Bentuk tubuhnya
sesuai dengan bentuk cangkok
Namun ada pula
Gastropoda yang tidak memiliki cangkok, sehingga sering disebut siput telanjang
(vaginula)
Di kepala siput
terdapat sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek.
Pada tentakel
panjang, terdapat mata. Mata ini hanya berfungsi untuk membedakan gelap dan
terang.
Sedangkan pada
tentakel pendek berfungsi sebagai indera peraba dan pembau
Hewan ini
mempunyai radula yang terletak di dalam mulut yang berfungsi untuk memakan daun
Bersifat
hermafrodit, tidak melakukan fertilisasi sendiri,
Bernapas dengan
paru-paru melalui lubang pada ruang mantel (apertura pulminalis)
Sistem pencernaan
dimulai dari mulut–faring berotot–esofagus– tembolok tipis–lambung–usus halus
berkelok-kelok–anus.
Hewan ini memiliki
kelenjar ludah di kiri kanan tembolok dan sebuah hati yang
terhubung dengan
lambung yang terletak di bagian atas rumah bekicot.
Sebelum
dikeluarkan, kotoran disaring oleh ginjal, kemudian dikeluarkan
ke ruang mantel.
Sistem respirasi
dan sirkulasi menggunakan paru-paru yang disebut pulmonata, yaitu jaringan di
luar dinding luar mantel tempat udara keluar dan masuk.
Darah yang
mengumpul dalam tubuh dan udara dari paru paru dipompa oleh jantung lewat
arteri dalam kepala, kaki, dan organ dalam tubuh.
Sistem saraf dan
sensori berupa pasangan saraf ganglion dan serebral, saraf kaki, dan saraf
organ dalam tubuh.
Saraf dari
ganglion berhubungan langsung ke seluruh sistem organ.
Sensori terdapat
pada kedua mata yang terletak di ujung tentakel panjang.
Selain itu, ada
sepasang statokis yang terdapat di bawah kaki yang berfungsi untuk
keseimbangan dan
struktur peraba yang terdapat dalam lapisan epidermis kepala dan kaki.
Sistem
perkembangbiakan dilakukan dengan perkawinan.
Meskipun bekicot
bersifat hermafrodit, bekicot tidak dapat melakukan perkawinan sendiri karena
masaknya sperma dan ovum tidak bersamaan.
Sperma dan ovum
dihasilkan oleh satu organ yang disebut ovotestis.
Fertilisasi
dilakukan di dalam tubuh betina.
Meskipun
hermafrodit, ada yang disebut bekicot betina karena menghasilkan ovum dan ada
yang disebut bekicot jantan karena menghasilkan sperma.
Dari pembuahan
kedua bekicot tersebut, terbentuklah zygot yang aa di dalam telur.
Bekicot adalah
hewan yang berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Telur-telur ini
biasanya mengumpul dan terletak di bawah dedaunan.
Telur menetas dan
terjadilah bekicot muda yang merupakan miniatur bekicot dewasa.
Bekicot aktif di
malam hari.
Gerakan Gastropoda
disebablan oleh kontraksi-kontraksi otot seperti gelombang, dimulai dari
belakang menjalar ke depan. Pada waktu bergerak, kaki bagian depan memiliki
kelenjar untuk menghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah berjalan,
sehingga jalannya meninggalkan bekas
Hewan ini dapat
bergerak secara mengagumkan, yaitu memanjat ke pohon tinggi atau memanjat ke
bagian pisau cukur tanpa teriris.
Dengan radulanya,
bekicot dapat melahap tanaman hijau yang lunak dan tidak berbulu.
Pada musim kering,
bekicot akan menarik kaki dan kepala ke dalam rumahnya, kemudian mengeluarkan
lendir yang banyak sebagai perekat untuk membungkus apertura dan desikasi.
Selain sebagai
hama pertanian, bekicot juga dapat diolah sebagai makanan yang mahal dan
bergizi.
a.Sistem pencernaan
Dimulai dari mulut
yang dilengkapi dengan rahang dari zat tanduk.Di dalam mulut terdapat lidah parut atau radula dengan
gigi-gigi kecil dari kitin. Selanjutnya terdapat kerongkongan, kemudian lambung
yang bulat, usus halus dan berakhir di anus.
Gastropoda umumnya
pemakan tumbuh-tumbuhan atau disebut hewan herbivora.
b.Sistem Respirasi
Pernafasan bagi
Gastropoda yang hidup di darat menggunakan paru-paru, sedangkan
Gastropoda yang
hidup di air, bernafas dengan insang.
c.Sistem
Ekskresi
Alat ekskresi
berupa sebuah ginjal yang terletak dekat jantung. Hasil ekskresi
dikeluarkan ke
dalam rongga mante
d.Sistem
Transportasi
Sistem peredaran
darah adalah sistem peredaran darah terbuka. Jantung terdiri dari serambi dan
bilik (ventrikel) yang terletak dalam rongga tubuh.
e.Sistem Syaraf
Sistem saraf
terdiri atas tiga buah ganglion utama yakni ganglion otak (ganglion
cerebral),
ganglion visceral atau ganglion organ-organ dalam dan ganglion kaki
(pedal). Ketiga
ganglion utama ini dihubungkan oleh tali saraf longitudinal, sedangkan
tali saraf
longitudinal ini dihubungkan oleh saraf transversal ke seluruh bagian tubuh.
Didalam ganglion pedal terdapat statosit (statocyst) yang berfungsi sebagai
alat
keseimbangan.
f.Sistem Reproduksi
Gastropoda
mempunyai alat reproduksi jantan dan betina yang bergabung atau disebut
juga ovotestes.
Gastropoda adalah hewan hemafrodit, tetapi tidak mampu melakukan
autofertilisasi.
F. Klasifikasi
Beberapa contoh Gastropoda adalah
bekicot (Achatina
fulica),
siput air tawar
(Lemnaea javanica),
siput laut
(Fissurella sp),
siput perantara
fasciolosis (Lemnaea trunculata).
Vivipara javanica
(kreco)
Melania
testudinaria (sumpil)
Murex siphel
inus (cang
Kesimpulan
Populasi adalah
kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Ekologi populasi merupakan bagian dari ekologi yang memusatkan perhatiannya
pada populasi sebagai obyek dan permasalahannya.
Ekologi populasi
terdiri atas komponen biotik dan abiotik, dimana antar komponen tersebut
memiliki ketergantungan dan saling berpengaruh satu dengan yang lainnya.
kok berduri dan
hidup di laut)
Vaginula sp.
(siput telanjang)
Filicaulis sp.
(siput lintah)r
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)