BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan dipandang mempunyai peranan penting dan besar
manfaatnya dalam mencapai keberhasilan perkembangan anak didik. Pendidikan
merupakan usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi
dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang
individu dan sebagai warga Negara / masyarakat. Untuk tercapainya tujuan yang
mulia itu maka dibutuhkan teori yang menunjuk kepada bentuk asas-asas yang
saling berhubungan kepada petunjuk praktis.
Dalam dunia pendidikan
telah berkembang Aliran-aliran pendidikan telah sejak awal hidup
manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda
keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari generasi
sebelumnya.Dapat dijumpai berbagai pandangan atau aliran-aliran mengenai
bagaimana pendidikan memberikan
sumbangsinya bagi proses kemajuan manusia.Baik dari peranan yang diberikan
pendidikan dalam kehidupan manusia atau bagaimana pembawaan memberikan
seseorang pendidikan dan bagaimana pula gabungan dari lingkungan dan pembawaan
memberikan mempengaruh bagi pendidikan .Ini akan dibahas sesuai dengan
aliran-aliran yang ada.Aliran – aliran yang akan dibahas dalam makalah ini
diantaranya aliran : empirisme,nativisma,naturalisme,naturalisme,dan
konvergensi.
BAB II
PEMBAHASAN
Aliran-aliran dalam pendidikan yang sampai saat sekarang ini
terus berkembang.Pendidikan di pandang mempunyai peran penting dan besar
manfaatnya dalam mencapai keberhasilan perkembangan anak, pendidikan merupakan
usaha sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan peserta didik.
Sejarah pendidikan mempunyai pandangan dan teori tentang
bagaimana perkembangan kehidupan itu berlansung. Teori-teori ini tersebut
antara adalah :
Emperisme (
pengalaman )
Nativisme ( terlahir )
Naturalisme ( alam
)
Konvergensi (
pertemuan )
Sampai saat ini teori atau aliran-aliran tersebut masih
sering digunakan walaupun dengan pengembangan – pengembangan yang disesuaikan
dengan perkembangan zaman.
A. Emperisme
Emperisme berasal dari bahasa latin yaitu “ empericus “
artinnya ” pengalaman “ aliran ini
dinamakan juga dengan “ tabularasa” artinya meja berlapis lilin yang belum ada
tulisan diatasnya atau dengan kata lain sesorang dilahirkan seperti kertas
kosong, maka pendidikanlah yang menulisnya. Aliran ini menganggap bahwa
perkembangan seorang anak seratus persen ditentukan oleh lingkungan atau kepada
pengalaman-pengalamannya yang didapat dalam hidupnya.
Teori ini menyimpulkan bahwa manusia dalam hidup dan
perkembangan pribadinya semata-mata ditentunkan oleh dunia luar, sedangkan
pengaruh-pengaruh dari dalam tidak memberikan apa-apa dalam kehidupan. Oleh
karena itu aliran ini juga disebut dengan aliran yang optimisme dalam
pendidikan.
Teori emperisme menyatakan bahwa hasil pendidikan dan
perkembangan tergantung pada pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari dunia
luar, tokoh aliran ini Jhon Locke (1623-1704), seorang filosof bangsa Inggris.
Ada beberapa pendapat Locke yaitu :
Dari jalan
masuknya pengetahuan kita mengetahui bahwa Innate itu tidak ada. Memang agak
umum orang beranggapan Innate itu ada. Sebenarnya kenyataan telah cukup
megajarkan kita bagaimana pengetahuan itu datang, yakni melalui daya-daya yang
alamiah tanpa bantuan kesan-kesan bawaan.
Persetujuan umum
adalah argument yang kuat, dan umum tidak mengakui innate idea. Bagaimana kita
mengatakan innate idea itu ada, padahal umum tidak mengakui adanya.
Pesetujuan umum
membuktikan tidak adanya innate idea.
Bukti-bukti yang
menyatakan adanya innate idea justru saya jadikan alasan untuk mengatakan ia
tidak ada.
Tidak juga
dicetakkan ( distempelkan ) pada jiwa sebab pada anak idiot, idea yang innate
itu tidak ada. Padahal anak normal dan idiot sama-sama berfikir.
Pandangan tabularasa dari Jhon Locke merupakan epistemology
yang terkenal. Tabularasa yang digambarkan sebagai keadaan jiwa adalah
pandangan epistemology yang terkenal. Dalam istilah ini Jhon Locke menggunakan
tiga istilah : sensasi (sensation), disebut inderawi; idea-idea ( ideas ),
berupa persepsi atau pemikiran atau pengertian yang tiba-tiba tentang suatu
objek; dan sifat ( cuality ), seperti merah, bulat, dan berat.
Pendidikan bergantung pada dunia luar yang umumnya disebut
lingkungan, lingkingan itu terbagi kepada dua:
Lingkungan hidup,
yaitu berupa manusia, hewan, dan tumbuhan.
Lingkungan mati,
yaitu berupa benda-benda mati seperti
air, batu, etc.
Menurut aliran emperisme, mendidik manusia menurut kehendak
pendidik dan juga lingkungan yang mempengaruhi tingkah laku yang ada lima aspek
yaitu, sosiologis, historis, georafis, cultural, dan psikologis.
Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang
mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan
bahwa perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung
kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan.
Pengalaman yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari
didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulant-stimulan. Stimulasi ini
berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk
pendidikan.
Adakah hal-hal yang membatasi kemungkinan pendidikan itu?
Ada,yaitu situasi lingkungan. Makin baik lingkungan makin baik pula
perkembangan seorang anak. Demikian pula sebaliknya.
B. Nativisme
Nativisme berasal dari bahsa latin yaitu kata “ nativus”
artinya “terlahir”. Seorang akan berkembang berdasarkan apa yang dibawanya dari
lahir. Hasil akhir perkembangan dan pendidikan manusia ditentukan oleh
pembawaan dari lahir. Pembawaan itu ada baik dan dan buruk. Oleh karena itu
sesorang akan berkembang dengan pembawaan baik dan maupun pembawaan buruk yang
dibawanya dari lahir.
Lingkungan, termasuk didalamnya pendidikan tidak berdaya
sama sekali dalam mempengaruhi perkembangan anak selanjutya. Ia berkata, “yang
jahat akan menjadi jahat, dan yang baik akan menjadi baik”.
Pendidikan yang diberikan tidak sesuai dengan pembawaan
sesorang dan tidak akan ada gunanya
untuk untuk perkembangannya. Oleh karena itu aliran ini merupakan pesimis dalam
pendidikan (Pesimisme). Adapun hasil pendidikan itu 100% tergantung kepada
pembawaan, karena itu aliran ini berpendapat bahwa pembawaan maha kuasa dalam
pendidikan.
Pelopor aliran ini ialah Schopenhauer seorang filosof bangsa
jerman yang hidup ditahun 1788 – 1880. Dia berpendapat “ mendidik membiarkan
seseorang bertumbuh berdasarkan “ Pembawaannya dan bayi lahir dengan pembawaan
baik dan buruk “.
Menurut Ali Rajab (1961) menyebutkan bahwa ada lima
pembawaan yang biasa diwariskan orang tua kepada anaknya yaitu :
Pewarisan bersifat
jasmaiah seperti warna kulit, bentuk tubuh, dsb.
Pewarisan bersifat
intelektual seperti kecerdasan dan kebodohan.
Pewarisan bersifat
tingkah laku.
Pewarisan bersifat
alamiah (Internal).
Pewarisan bersifat
sosiologis.
Dengan demikian dapat disimpulkan perkembangan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat tergantung kepada pembawaannya.
Aliran nativisme bertolak dari Leinnitzian Tradition yang
menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan termasuk
faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil
perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak
kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh
terhadap pendidikan anak.
C. Naturalisme
Naturalisme berasal dari bahasa latin “ Nature” yang
berarti “ Alam”, tabiat aliran ini
dinamakan juga Negativisme yang meragukan pendidikan untuk berkembangnya
sesorang karena dia dilahirkan dengan pembawaan yang baik. Ciri utama aliran
ini dalam mendidik sesorang kembalilah ke alam agar pembawaan seseorang yang
baik itu tidak dirusak oleh pendidik.
Teori ini dikemukakan oleh J.J Rousseau, seorang filosof
dari bangsa Perancis ( 1712-1778 ), dia berpendapat dalam bukunya Emile bahwa :
“ Semua adalah baik pada waktu baru datang dari tangan sang Pencipta, tapi
semua jadi buruk ditangan manusia ”.
Alira ini juga berpendapat bahwa pendidik hanya yang wajib
membiarkan pertumbuhan anak didik saja dengan sedirinya, diserahkan selanjutnya
kepada alam. Jadi dengan kata lain pendidikan tidak diperlukan.
Menurut Rousseau, pendidikan harus dijauhkan dalam
perkembangan anak, dan dijauhkan dari hal yang bersifat dibuat-buat (
artificial) dan dapat membawa anak kembali ke alam untuk mempertahankan segala
yang baik sebagai yang telah dberikan oleh sang Pencipta karena pendidikan
hanya akan merusak pembawaan yang baik tadi.
Ciri utama aliran ini daam mendidik, yaitu seseorang
kembalilah ke alam agar pembawaan seseorang yang baik itu tidak dirusak oleh
dan pembawaan yang baik itu berkembang dengan spontan.
D. Konvergensi
Konvergensi berasal dari bahasa Inggris ( convergence )
artinya pertemuan pada suatu titik. Aliran ini mempertemukan atau mengawinkan
dua aliran yang berlawanan di atas antara Nativisme dengan Empirisme.
Perkembangan sesorang tergantung kepada pembawaan dan lingkungannya. Dengan
kata lain pembawaan dan lingkungan mempengaruhi perkembangan seseorang,
pembawaan seseorang baru berkembang karena pengaruh lingkungan, hendaknya para
pendidik dapat menciptakan suatu lingkungan yang tepat dan cukup kaya atau
beraneka ragam, agar pembawaan dapat berkembang semaksimal mungkin.
Aliran konvergensi dipelopori oleh William Stern ( 1871-1937
), ia berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai
pembawaan baik maupun buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan
maupun faktor lingkungan sama – sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat
yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan
lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.
Pada hakikatnya kemampuan anak berbahasa dengan kata-kata,
itu adalah juga hasil konvergensi. Pada anak manusia ada pembawaan untuk
berbahasa, melalui situasi lingkungannya anak belajar berbahasa, karena itu
semua manusia mampu berbahasa. Pada hewan tidak ada pembawaan bahasa dengan
kata-kata; karena itu tidak terdapat seekor hewan pun yang dapat berbahasa
dengan kata-kata yang penuh dengan pengertian seperti pada makhluk manusia.
William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu
bergantung pada pembawaan dan lingkungan, seakan-akan dua garis yang menuju
kesuatu titik pertemuan.
Karena itu W. Stern disebut aliran ( teori ) konvergensi
yang mana artinya memusat kesuatu titik. Jadi menurut teori konvergensi:
Pendidikan mungkin
diberikan;
Yang membatasi
hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan itu sendiri;
Pendidikan
diartikan sebagai pertolongan yang diberikan kepada lingkungan anak didik untuk mengembangkan pembawaan yang baik
dan mencegah beerkembangnya pembawaan buruk
Teori konvergensi ini disempurnakan oleh MJ. Langeveld
dengan menyebutkan empat sifat pokok manusia:
Azaz biologi,
maksudnya adalah, bahwa manusia itu adalah makhluk hidup sehingga dengan hidup
itulah memugkinkan terjadinya perkembangan.
Azaz kebutuhan
pertolongan;maksudnya adalah, bahwa sesuatu yang dilahirkan manusia sangatlah
tidak berdaya
Azaz keamanan;
maksudnya adalah, bahwa anak manusia itu memerlukan rasa aman dan perlindungan
dari orang tuanya dengan perlindungan dan keamanan itulah anak dapat berkembang
dengan normal.
Azaz expiorasi,
maksudnya adalah dalam perkembagan sesorang bukan hanya menerima saja tetapi
dia juga aktif mencari dan menjelajah serta menemukan sendiri segala sesuatu.
BAB III
PENUTUP
Pemikiran tentang pendidikan sejak dulu, kini, dan masa yang
akan datang terus berkembang. Aliran atau teori-teori tersebut mempengaruhi
pendidikan di seluruh dunia, termasuk pendidikan di Indonesia.Memang setiap
aliran memiliki dasar-dasar pemikiran sendiri. (1) aliran empirisme,yang
berpendapat bahwa pendidikan berasal dari pengalaman atau dunia luar (2) Nativisme,mengatakan
bahwa pendidikan dipengaruhi oleh bawan dari lahir (3) aliran
naturalisme,mengemukakan sesorang berkembang dari alam dan (4) aliran
konvergensi,yang setuju bahwa pendidikan didapat dari lingkungan dan faktor
bawaan. Namun pada dasarnya aliran-aliran pendidikan kritis mempunyai suatu
kesamaan ialah pemberdayaan individu. Inilah inti dari masyarakat
pedagogik.Dari aliran-aliran pendidikan di atas kita tidak bisa mengatakan
bahwa salah satu adalah yang paling baik. Sebab penggunaannya disesuaikan
dengan tingkat kebutuhan, situasi dan kondisi.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Idris,Zahara.1987.Dasar-Dasar KependidikanAngkasa Raya :P
adang
Nelwati,samsi.2006.Dasar-DasarKependidikan.IAIN Press:Padang
http:/dhamincitta/forum/index.php
Abdullah,abdurrahman saleh.2007.Teori-Teori Pendidikan
Berdasarkan Al-Quran.Rineka Cipta:Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)