INFORMASI

Tidak akan kekurangan ilmu, jika kita berbagi ilmu.
(We Will Not Lost Our Knowledge if we share it to everyone)

Kamis, 29 Agustus 2013

Makalah ADM Pendidikan; Tugas dan Tanggung Jawab Guru


BAB I
PENDAHULUAN

Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, dan merupakan input instrumental dalam sistem pendidikan. Dan dalam proses belajar mengajar guru di jadikan ujung tombak dan pelaksanaan langsung dari proses belajar mengajar tersebut.
Dalam meembicarakan masalah pendidikan maka guru di jadikan sebagai titik sentral dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, untuk mendapat output atau keluaran suatu lembaga pendidikan yang berkualitas sesuai dengan yang di harapkan maka seorang guru sangat di tuntut menjadi guru yang profesional.
Pada pembahasan makalah ini, pemakalah akan menjelaskan mengenai apa saja tugas dan tanggung jawab seorang guru baik sebagai administrator pendidikan, edukator dan konselor, maupun sebagai supervisor. Dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya dalam mata kuliah Administrasi Pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU
Tugas guru adalah tugas pedagogis yaitu membantu membimbing dan memimpin, jadi bukan hanya semata-mata mengontrol dan mengkritik. Didalam suatu situasi pengajaran, gurulah yang memimpin dan bertanggung jawab penuh atas kepemimpinan yang dilakukan.
Tugas dan peran guru dalam proses belajar mengajar cukup banyak dan cukup kompleks, diantaranya:
A. Guru Sebagai Administrator Pendidikan
Pada umumnya bahwa tugas kewajiban guru yang utama adalah mendidik ( mengajar) tetapi agar tugas tersebut mampu mencapai tujuannya yakini tuuan pendidikan guru harus melibatkan diri dari masalah-masalah administratif. Dalam hubungannya dengan administrasi pendidikan guru berfungsi sebagai administrator.
Dalam buku pedoman administrasi dan supervisi yang diterbitkan Dep. P & K (1978, hal. 4) tertulis tugas dan tanggung jawab guru sebagai administrator sebagai berikut:
1. Menguasai program pengajaran (garis-garis besar program).
2. Menyususn program kegiatan mengajar.
3. Menyususn model satuan pembelajaran dan pembagian waktu.
4. Melaksanakan tata usaha kelas, antara lain: pencatatan data murid.

Guru dituntut harus berpartisipasi dalam administrasi pendidikan di sekolahnya, baik yang bersifat kurikuler maupun masalah-masalah di luar kurikulum.
Seorang guru harus dapat mengerjakan urusan tata usaha seperti membuat buku kas, daftar induk, rapor, daftar gaji, serta dapat mengkoordinasikan segala pekerjaan di sekloah secara demokratis sehingga suasan pekerjaan di sekolah penuh dengan rasa kekeluargaan.

B. Guru sebagai edukator dan konselor
1. Edukator
Guru sebagai edukator yaitu guru sebagai pendidik. Sebagai pendidik guru adalah orang berjasabesar terhadap masyarakat dan negara. Tinggi atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat. Sebagian besar bergantung pada kependidikan dan pengajaran yang di berikan oleh guru.
Tugas dan tanggung jawab guru sebagai seorang pendidik harus melakukan pengawasan dan pembinaan kearah perbaikan dan peningkatan proses belajar mengajar.
Guru sebagai seorang pendidik dan pengajar harus mampu melakukan pengawasan dan pembinaan kearah perbaikan dan peningkatan proses belajar mengajar. Pembinaan disini dimaksudkan untuk:
1. Membantu murid-murid untuk memahami tujuan yang hendak dicapai dalam suatu program pengajaran yang dikembangkan dikelas, sehingga mereka terdorong untuk belajar lebih baik.
2. Membantu murid-murid untuk memahami dan mengerti akan dirinya sendiri, sehingga menemukan ciri-ciri belajr yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.
3. Membantu murid-murid dalam menemukan kelebihan dan kekurangan yang dipunyai dalam belajar atau mempelajari mata pelajaran tertentu, sehingga mereka dapat melakukan sendiri cara-car mengatasinya.
4. Membantu murid dalam melakukan penyesuaian diri mereka dalam belajar.
5. Membantu murid-murid menemukan sebab-sebab yang menimbulkan kesulitan belajar dan secara bersama-sama mencarikan jalan untuk memperbaiki dan memecahkan kesulitan tersebut.
6. Membantu murid-murid agar dapat menerima bahan belajar sesuai dengan batas-batas kemampuannya.
7. Membantu murid-murid dalam mengembangkan pelajran dan materi yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.
8. Membantu murid dalam mengembangkan dan membangkitkan motivasi meerka untuk belajar lebih baik.
9. Membantu murid dalm merencanakan penggunaan waktu senggang baik didalam dan di luar kelas atau di luar sekolah.

Seorang guru yang efektif dan profesional harus mampu mengusahakan hal-hal sebagai berikut:
1. Bekerja dengan anak secara individual.
2. Mempunyai perencanaan dan persiapan dalam mengajar.
3. Pemdayagunaan alat mengajar.
4. Melibatkan siswa dalam pengalaman mengajar.
5. Memimpin secara aktif dan kreatif.

2. Konselor
Konselor adalah sesorang yang berkewajiban membantu siswa yang mengalami kesulitan, baik yang berkenaan dengan proses belajar yang di alaminya maupun kesulitan-kesulitan pribadi yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa tersebut. Konselor sebagai bagian integral dari sekolah memiliki peranan yang cukup penting berkaitan dengan peningkatan mutu sekolah.
Tugas konselor yang mendasar adalah memahami siswa, dan pekerjaan ini membutuhkan keahlian dalam rangka membantu belajar siswa. Konselor perlu memberikan cara-cara yang perlu diterapkan dalam upaya membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa antara lain:
a. Menerangkan kepada siswa tentang tujuan belajar serta hubungannya dengan kehidupan siswa kelak.
b. Mengusahakan adanya lingkungan yang kondusif untuk belajar baik yang berada didalam maupun di luar kelas.
c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif selama mengikuti program belajar.
d. Memberikan umpan balik kepada siswa tentang kemajuan belajarnya serta kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan yang semuanya dapat merupakan penguatan bagi para siswa.
e. Memberikan tuggas-tugas yang dapat merupakan tantangan bagi siswa sesuai dengan kemampuannya.
f. Meminta siswa untuk membuat catatan tentang hasil belajarnya.

C. Guru Sebagai Supervisor

Guru sebagai supervisor , hendaknya dapat menbantu , memperbaiki dan menilai secara kritis etrhadap proses pengajaran. Teknik-tekinik supervisi harus guru kuasai dengan baik agar dapat melakukan perbaikan terhadap situasi belajar mengajar menjadi lebih baik. Untuk itu kelebihan yang di miliki supervisor bukan hanya karena posisi atau kedudukan yang ditempaitinya, akan tetapi karena penglamanya, pendidikannya, kecakapanya, atau keterampilan-keterampilan yang dimilikinya , atau kerana memilki sifat-sifat kepribadian yang menonjol dari pada orang-orang yang disupervisinya. Dengan semua kelebihan yang dimilki ia dapat melihat, menilai, atau mengadakan pengawasan terhadap orang atau sesuatu yang di supervisisnya.
Menurut M. Haris (1985) mengemukakan 10 bidang tugas supervisor, yaitu:
1. Mengembangkan kurikulum, membimbing pengembangan kurikulum, menetapkan standar, merencanakan unit pelajaran , dan melembagakan mata pelajaran.
2. Mengorganisasi pengajaran, mengelola murid, staf, ruang belajar, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan secara koordinatif dilaksanakan dengan efisien dan efektif.
3. Pengadaan staf: menyediakan staf pengajaran dengan jumlah yang cukup sesuai kompetensi bidang pengajaran dan melakukan pembinaan secara terus-menerus.
4. Menyediakan fasilitas, mendesain perlengkapan dan fasilitas untuk kepentingan pengajaran dan memilih fasilitas sesuai keperluan pengajaran.
5. Penyedia bahan-bahan, memilih dan mendesain bahan-bahan yang digunakan dan diimpelmentasikan untuk pengajaran.
6. Menyusunan penataran pendidikan.
7. Pemberian orientasi anggota staf, memberikan informasi pada staf pengajar atas bahan dan fasilitas yang ada untuk melakukan tanggung jawab pengajaran.
8. Pelayanan murid, secara koordinatif memberikan pelayanan yang optimum dan hati-hati terhadap murid untuk mengembangkan pertumbuhan belajar.
9. Hubungan masyarakat, memberikan dan menerima informasi dari masyarakat untuk meningkatkan pengajaran lebih optimun.
10. Penilaian pengajaran terhadap perencanaan pengajaran, implementasi pengajaran, menganalisis, dan menginterprestasikan data, mengambil keputusan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tugas dan tanggung jawab sebagain seorang guru sangat banyak, diantaranya tugas dan tanggung jawab guru sebagai administrator pendidikan, edukator dan konselor, serta sebagai supervisor. Tugas dan tanggung jawab tersebut saling berkaitan satu sama lainnya.
Ikut sertanya guru dalam keaktifan menyiapkan situasi lingkungan pendidikan, maka itu dinamakan partisipasi guru dalam administrasi pendidikan. Partisipasi guru diantaranya merencanakan rencanakan program supervisi, pengawasan dalam meningkatkan proses belajar mengajar serta memahami anak didik yang dibimbimnya.
B. SARAN
Demikianlah hasil penulisan makalah ini di buat, aagar dapat bermanfaat bagi pembaca dan di jadikan dalam satu sumber bacaan dalam mempelajari administrasi pendidikan. Sekiranya ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf dan partisipasinya berupa saran dan kritik yang membangun dari pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Asnawir,(2003), Dasar-Dasar Administrasi pendidikan, Padang: IAIN Press.
Sagala, syaiful,(2000), Administrasi Pendidikan Kontemporer,Bandung: Alfa Beta.
Djamarah, syaiful bahri,(2000), Guru dan Anak Didik dalam interaksi edukatif, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Subroto, suryo,(1988), Dimensi-Dimensi Administrasi pendidikan di Sekolah, Jakarta: Bina Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)