BAB I
PENDAHULUAN
Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan
dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, dan merupakan input instrumental
dalam sistem pendidikan. Dan dalam proses belajar mengajar guru di jadikan
ujung tombak dan pelaksanaan langsung dari proses belajar mengajar tersebut.
Dalam meembicarakan masalah pendidikan maka guru di jadikan
sebagai titik sentral dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, untuk mendapat
output atau keluaran suatu lembaga pendidikan yang berkualitas sesuai dengan
yang di harapkan maka seorang guru sangat di tuntut menjadi guru yang
profesional.
Pada pembahasan makalah ini, pemakalah akan menjelaskan
mengenai apa saja tugas dan tanggung jawab seorang guru baik sebagai
administrator pendidikan, edukator dan konselor, maupun sebagai supervisor.
Dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada
khususnya dalam mata kuliah Administrasi Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU
Tugas guru adalah tugas pedagogis yaitu membantu membimbing
dan memimpin, jadi bukan hanya semata-mata mengontrol dan mengkritik. Didalam
suatu situasi pengajaran, gurulah yang memimpin dan bertanggung jawab penuh
atas kepemimpinan yang dilakukan.
Tugas dan peran guru dalam proses belajar mengajar cukup
banyak dan cukup kompleks, diantaranya:
A. Guru Sebagai Administrator Pendidikan
Pada umumnya bahwa tugas kewajiban guru yang utama adalah
mendidik ( mengajar) tetapi agar tugas tersebut mampu mencapai tujuannya yakini
tuuan pendidikan guru harus melibatkan diri dari masalah-masalah administratif.
Dalam hubungannya dengan administrasi pendidikan guru berfungsi sebagai
administrator.
Dalam buku pedoman administrasi dan supervisi yang
diterbitkan Dep. P & K (1978, hal. 4) tertulis tugas dan tanggung jawab
guru sebagai administrator sebagai berikut:
1. Menguasai program pengajaran (garis-garis besar program).
2. Menyususn program kegiatan mengajar.
3. Menyususn model satuan pembelajaran dan pembagian waktu.
4. Melaksanakan tata usaha kelas, antara lain: pencatatan
data murid.
Guru dituntut harus berpartisipasi dalam administrasi
pendidikan di sekolahnya, baik yang bersifat kurikuler maupun masalah-masalah
di luar kurikulum.
Seorang guru harus dapat mengerjakan urusan tata usaha
seperti membuat buku kas, daftar induk, rapor, daftar gaji, serta dapat
mengkoordinasikan segala pekerjaan di sekloah secara demokratis sehingga suasan
pekerjaan di sekolah penuh dengan rasa kekeluargaan.
B. Guru sebagai edukator dan konselor
1. Edukator
Guru sebagai edukator yaitu guru sebagai pendidik. Sebagai
pendidik guru adalah orang berjasabesar terhadap masyarakat dan negara. Tinggi
atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat. Sebagian besar bergantung pada
kependidikan dan pengajaran yang di berikan oleh guru.
Tugas dan tanggung jawab guru sebagai seorang pendidik harus
melakukan pengawasan dan pembinaan kearah perbaikan dan peningkatan proses
belajar mengajar.
Guru sebagai seorang pendidik dan pengajar harus mampu
melakukan pengawasan dan pembinaan kearah perbaikan dan peningkatan proses
belajar mengajar. Pembinaan disini dimaksudkan untuk:
1. Membantu murid-murid untuk memahami tujuan yang hendak
dicapai dalam suatu program pengajaran yang dikembangkan dikelas, sehingga
mereka terdorong untuk belajar lebih baik.
2. Membantu murid-murid untuk memahami dan mengerti akan
dirinya sendiri, sehingga menemukan ciri-ciri belajr yang sesuai dengan
kepribadian masing-masing.
3. Membantu murid-murid dalam menemukan kelebihan dan
kekurangan yang dipunyai dalam belajar atau mempelajari mata pelajaran
tertentu, sehingga mereka dapat melakukan sendiri cara-car mengatasinya.
4. Membantu murid dalam melakukan penyesuaian diri mereka
dalam belajar.
5. Membantu murid-murid menemukan sebab-sebab yang
menimbulkan kesulitan belajar dan secara bersama-sama mencarikan jalan untuk
memperbaiki dan memecahkan kesulitan tersebut.
6. Membantu murid-murid agar dapat menerima bahan belajar
sesuai dengan batas-batas kemampuannya.
7. Membantu murid-murid dalam mengembangkan pelajran dan
materi yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.
8. Membantu murid dalam mengembangkan dan membangkitkan
motivasi meerka untuk belajar lebih baik.
9. Membantu murid dalm merencanakan penggunaan waktu
senggang baik didalam dan di luar kelas atau di luar sekolah.
Seorang guru yang efektif dan profesional harus mampu
mengusahakan hal-hal sebagai berikut:
1. Bekerja dengan anak secara individual.
2. Mempunyai perencanaan dan persiapan dalam mengajar.
3. Pemdayagunaan alat mengajar.
4. Melibatkan siswa dalam pengalaman mengajar.
5. Memimpin secara aktif dan kreatif.
2. Konselor
Konselor adalah sesorang yang berkewajiban membantu siswa
yang mengalami kesulitan, baik yang berkenaan dengan proses belajar yang di
alaminya maupun kesulitan-kesulitan pribadi yang berpengaruh langsung atau
tidak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa tersebut. Konselor
sebagai bagian integral dari sekolah memiliki peranan yang cukup penting
berkaitan dengan peningkatan mutu sekolah.
Tugas konselor yang mendasar adalah memahami siswa, dan
pekerjaan ini membutuhkan keahlian dalam rangka membantu belajar siswa.
Konselor perlu memberikan cara-cara yang perlu diterapkan dalam upaya
membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa antara lain:
a. Menerangkan kepada siswa tentang tujuan belajar serta
hubungannya dengan kehidupan siswa kelak.
b. Mengusahakan adanya lingkungan yang kondusif untuk
belajar baik yang berada didalam maupun di luar kelas.
c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi
secara aktif selama mengikuti program belajar.
d. Memberikan umpan balik kepada siswa tentang kemajuan
belajarnya serta kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan yang semuanya dapat
merupakan penguatan bagi para siswa.
e. Memberikan tuggas-tugas yang dapat merupakan tantangan
bagi siswa sesuai dengan kemampuannya.
f. Meminta siswa untuk membuat catatan tentang hasil
belajarnya.
C. Guru Sebagai Supervisor
Guru sebagai supervisor , hendaknya dapat menbantu ,
memperbaiki dan menilai secara kritis etrhadap proses pengajaran.
Teknik-tekinik supervisi harus guru kuasai dengan baik agar dapat melakukan
perbaikan terhadap situasi belajar mengajar menjadi lebih baik. Untuk itu
kelebihan yang di miliki supervisor bukan hanya karena posisi atau kedudukan yang
ditempaitinya, akan tetapi karena penglamanya, pendidikannya, kecakapanya, atau
keterampilan-keterampilan yang dimilikinya , atau kerana memilki sifat-sifat
kepribadian yang menonjol dari pada orang-orang yang disupervisinya. Dengan
semua kelebihan yang dimilki ia dapat melihat, menilai, atau mengadakan
pengawasan terhadap orang atau sesuatu yang di supervisisnya.
Menurut M. Haris (1985) mengemukakan 10 bidang tugas
supervisor, yaitu:
1. Mengembangkan kurikulum, membimbing pengembangan
kurikulum, menetapkan standar, merencanakan unit pelajaran , dan melembagakan
mata pelajaran.
2. Mengorganisasi pengajaran, mengelola murid, staf, ruang
belajar, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan secara
koordinatif dilaksanakan dengan efisien dan efektif.
3. Pengadaan staf: menyediakan staf pengajaran dengan jumlah
yang cukup sesuai kompetensi bidang pengajaran dan melakukan pembinaan secara
terus-menerus.
4. Menyediakan fasilitas, mendesain perlengkapan dan
fasilitas untuk kepentingan pengajaran dan memilih fasilitas sesuai keperluan
pengajaran.
5. Penyedia bahan-bahan, memilih dan mendesain bahan-bahan
yang digunakan dan diimpelmentasikan untuk pengajaran.
6. Menyusunan penataran pendidikan.
7. Pemberian orientasi anggota staf, memberikan informasi
pada staf pengajar atas bahan dan fasilitas yang ada untuk melakukan tanggung
jawab pengajaran.
8. Pelayanan murid, secara koordinatif memberikan pelayanan
yang optimum dan hati-hati terhadap murid untuk mengembangkan pertumbuhan
belajar.
9. Hubungan masyarakat, memberikan dan menerima informasi
dari masyarakat untuk meningkatkan pengajaran lebih optimun.
10. Penilaian pengajaran terhadap perencanaan pengajaran,
implementasi pengajaran, menganalisis, dan menginterprestasikan data, mengambil
keputusan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tugas dan tanggung jawab sebagain seorang guru sangat
banyak, diantaranya tugas dan tanggung jawab guru sebagai administrator
pendidikan, edukator dan konselor, serta sebagai supervisor. Tugas dan tanggung
jawab tersebut saling berkaitan satu sama lainnya.
Ikut sertanya guru dalam keaktifan menyiapkan situasi
lingkungan pendidikan, maka itu dinamakan partisipasi guru dalam administrasi
pendidikan. Partisipasi guru diantaranya merencanakan rencanakan program
supervisi, pengawasan dalam meningkatkan proses belajar mengajar serta memahami
anak didik yang dibimbimnya.
B. SARAN
Demikianlah hasil penulisan makalah ini di buat, aagar dapat
bermanfaat bagi pembaca dan di jadikan dalam satu sumber bacaan dalam
mempelajari administrasi pendidikan. Sekiranya ada kesalahan dan kekurangan
dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf dan partisipasinya berupa saran
dan kritik yang membangun dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Asnawir,(2003), Dasar-Dasar Administrasi pendidikan, Padang:
IAIN Press.
Sagala, syaiful,(2000), Administrasi Pendidikan
Kontemporer,Bandung: Alfa Beta.
Djamarah, syaiful bahri,(2000), Guru dan Anak Didik dalam
interaksi edukatif, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Subroto, suryo,(1988), Dimensi-Dimensi Administrasi
pendidikan di Sekolah, Jakarta: Bina Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No bodies perfect in the world. SO!! Give me comment (s)